Aplikasi Standardized Nursing Language (SNL) untuk Profesi yang Mandiri, Akuntabel dan Dihargai
Elemen-elemen asuhan keperawatan adalah semuanya, kecuali yang tidak diketahui (Nightingale, 1859). Dengan demikian, maka elemen dalam asuhan keperawatan itu sangat luas, mencakup aspek biopsikososiospiritualkultural.
Jika kita tidak dapat memberinya nama, kita tidak dapat mengontrolnya, mengajarkannya, membiayainya, menelitinya, dan menempatkanya dalam kebijakan publik (Lang, 1980). Pernyataan Lang ini menegaskan kepada kita, betapa kita perlu memiliki nama untuk seluruh aktifitas keperawatan. Padahal aktifitas keperawatan menurut Nightingale adalah semuanya. Sementara Bond 1991 mengungkapkan, “Jika kontribusi spesifik keperawatan tidak dapat diindentifikasi, keperawatan akan tersisa sebagai bayangan dan potensial untuk diabaikan.”
Maka di sinilah perlu dicari Standar Bahasa Keperawatan (SNL) agar profesi ini benar-benar menjadi mandiri, diakui dan dihargai.
Dokumentasi Asuhan Keperawatan berbasis Teknologi Informasi yang kami beri nama Sistem Informasi Keperawatan yang dimiliki BLUD RSU Banyumas sejak tahun 1998, kini telah tampil dengan performa yang lebih sempurna. Selain memiliki spesifikasi dengan pendekatan Standar Bahasa Keperawatan (SNL) tapi juga telah terintegrasi dengan SIM RS (registrasi, rekam medik, penunjang dll) dan saat ini bahkan telah diintegrasikan dengan Billing System.
Inilah pembuktian ungkapan Lang (1980) dan Bond (1991). Ini pula ending dari sebuah perjalanan panjang profesi perawat di RS Banyumas untuk mendapatkan predikat profesional, mandiri, bermartabat dan dihargai. Profesi perawat di sini kini telah mendapatkan penghargaan sederajat dengan profesi lain (dokter, fisiotherapis, psikolog dll) dalam mendapatkan pengakuan dan hak-haknya.
Ini semua berawal dari penerapan Standar Bahasa Keperawatan sehingga SNL dapat dimasukan dalam Peraturan Daerah tentang Retribusi Rumah Sakit yang belakangan akan dijadikan Peraturan Bupati mengingat status Rumah Sakit yang berubah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Dengan berbasis IT, tentu dokumen perawat menjadi sangat akuntabel, mengingat computer dapat merekam seluruh aktifitas perawat setiap waktu. Bahkan pembiayaan yang dikeluarkan oleh pasien pun dapat dilakukan cheking menyeluruh : dilakukan tindakan apa, oleh siapa, jam berapa dan berapa biayanya. Kondisi sekarang, upaya ini menjadi urgen mengingat sebagian masyarakat mulai ada penurunan kepercayaan terhadap institusi pelayanan kesehatan. Beberapa kasus komplain yang muncul ke permukaan, adalah bukti dari statemen itu.
Maka Seminar, Workshop, Diskusi dan Pelatihan tentang SNL pun terus dilakukan untuk menuju kepada penyempurnaan pemahaman.
Menanggapi beberapa permintaan teman teman agar pengalaman ini dibagikan kepada yang lain, kini Software Sistem Informasi Keperawatan berbasis Teknologi Informasi atau yang lebih populer dinamakan Software Dokumentasi Asuhan Keperawatan Komputerisasi telah dapat diakses oleh siapa saja.
Bahkan bukan hanya diperuntukan bagi mereka yang ada di pelayanan (RS), tapi sangat mungkin bisa digunakan oleh mereka yang ada di institusi pendidikan. Dibuat dalam 3 versi (Multi User Lab, Multi User Pelayanan dan Personal) dan beberapa spesifikasi (General, KMB, Maternitas, Gadar dll), mudah-mudahan software ini dapat bermanfaat bagi mereka yang sudah memiliki keinginan untuk beralih dari dokumen manual ke elektronik.
Bagi para dosen, software ini bisa diinstall di Personal Computer atau Notebook pribadi. Ini bermanfaat untuk mereka para Dosen MK KDK sub Proses Keperawatan.
Sedangkan bagi Institusi Pendidikan (Poltekes, STIKES, PSIK, FIK dll) software ini bisa digunakan di Laboratorium Komputer khusus untuk Dokumentasi Asuhan Keperawatan berbasis IT.
Sedang untuk Pelayanan (RS), software ini akan merubah pemahaman perawat terhadap Dokumentasi Asuhan Keperawatan dan ikut menyelesaikan sebagian permasalahan di RS berkenaan dengan Dokumentasi Asuhan Keperawatan.
Menggunakan Standar Bahasa Keperawatan (SNL) berbasis IT, kami meyakini profesi ini akan menjadi mandiri, akontabel dan dihargai.



ya, SNL memang perlu diterapkan, agar pendokumentasian lebih akuntabel, tapi hal ini tidak menjamin perawat akan dihargai sebagai suatu profesi melainkan penilaian akan professionalisme perawat sangat ditentukan oleh perawat itu sendiri dalam aktivitasnya sebagai pelayan pasien di RS, seperti halnya seorang perawat butuh skill, knowledge, dan attitude yg baik, kalau hal ini dilakukan maka yakinlah bahwa profesi kita akan mendapat tempat yang pantas layaknya profesi yang disegani…
jason : Ya, sepakat. Tapi bisa membuktikan? ……..karena kami bicara bukti, bukan teori.
iwan sain
24 December, 2009