AIDS, Jauhi Virus dan Perilakunya Bukan Pengidapnya

Posted on 28 April, 2008. Filed under: Kep. Komunitas, Opini |

AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome, yaitu kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh oleh HIV (Human Immunodeficiency Virus). HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia & kemudian menimbulkan AIDS, virus ini menyerang sel Limfosit-T yang berfungsi sebagai salah satu sistem kekebalan tubuh manusia dengan menggunakan RNA sebagai molekul pembawa informasi genetik. Ada 3 cara penularan HIV yaitu:

1. Hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi HIV.

2. Kontak darah (transfuse, organ transplant, tattoo, dan napza suntik).

3. Ibu dengan HIV positif kepada janin/bayinya sendiri.

Adapun beberapa cairan tubuh yang diduga dapat menularkan HIV adalah


1. jumlah yang cukup untuk menginfeksi:

a. darah

b. air mani

c. cairan vagina

2. jumlah yang tidak cukup untuk menginfeksi:

a. air mata

b. keringat

c. air liur

d. urine


Pengidap AIDS biasa disebut dengan ODHA (baca:oda) yaitu singkatan dari Orang Dengan virus HIV AIDS. Odha merupakan manusia biasa yang juga masih memiliki hak untuk bisa diterima masyarakat di sekitarnya, namun kenyataan yang ada di masyarakat tidak demikian. Banyak masyarakat awam yang benar-benar menjauhi bahkan menampakkan rasa takut dan jijik kepada odha yang sebenarnya juga masih memiliki perasaan dan kebutuhan sosial yang sama dengan manusia normal lainnya. Oleh karena itu sebagai manusia yang tidak tertular oleh HIV kita harus bijaksana dan memikirkan perasaan odha yang sedang berinteraksi dengan kita, karena pada dasarnya ada perilaku-perilaku sosial yang tidak menularkan virus HIV yaitu:

· bersalaman dengan odha

· berpelukan dengan odha

· bersentuhan dengan odha

· berciuman dengan odha

· penggunaan toilet

· kolam renang/berenang bersama

· penggunaan alat makan dan minum bersama

· gigitan serangga atau nyamuk

Tingginya jumlah kasus AIDS di Indonesia salah satunya juga disebabkan oleh makin meningkatnya kasus narkoba yang merupakan peringkat tertinggi dalam penularan AIDS yaitu dengan penggunaan jarum suntik bergantian.

Jumlah kasus HIV di tingkat nasional memang masih tergolong rendah namun pada beberapa sub-populasi sudah tinggi, ditandai dengan 69% pada pengguna jarum suntik di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta terjangkit HIV, 22 % wanita penjaja sex di Sorong juga telah terjangkit HIV, begitu pun dengan 12% Tahanan di Rutan Pondok Bambu Jakarta.

Banyak hambatan yang dihadapi oleh Indonesia dalam memberantas HIV, yaitu pengetahuan masyarakat yang masih rendah mengenai PMS (Penyakit Menular Seksual)/ HIV-AIDS, komitmen pemerintah baik di tingkat daerah maupun nasional yang masih rendah pula, selain itu juga masih banyaknya oknum penegak hukum yang masih relatif mudah untuk disuap dalam penanganan kasus narkoba yang merupakan pintu terbesar dalam penularan HIV/AIDS.

Perawat yang baik perlu mengetahui segala sesuatu mengenai HIV/AIDS demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat luas dan juga dapat melindungi tidak hanya klien lainnya dari penularan HIV tapi juga diri sendiri sebagai tenaga pemberi pelayanan kesehatan yang sering kontak langsung dengan odha.

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: