Korban Kekerasan Bisa Menjadi Pelaku Kekerasan

Posted on 6 June, 2008. Filed under: Kep. Jiwa |

Menurut WHO sampai tahun 2006 tercatat perbandingan angka kematian yang disebabkan oleh perang, pembunuhan dan bunuh diri yaitu 1:3:5. Suatu angka yang mencengangkan karena ternyata korban jiwa yang jatuh akibat perang belum ada apa-apanya bila kita bandingkan dengan pembunuhan dan bunuh diri yang salah satunya dapat disebabkan atau dimulai dari tindak kekerasan dalam rumah tangga. Kekerasan domestik juga tidak hanya menyebabkan kematian namun juga penderitaan fisik dan emosional.

Kembali WHO menyajikan data bahwa 1,6 juta penduduk dunia meninggal sebagai korban tindak kekerasan dan penyebab utama kematian usia 15-44 tahun dengan 40%-70% wanita merupakan korban dari suami atau teman kencan. Data di atas sungguh mengenaskan karena seorang suami atau teman kencan yang seharusnya melindungi dan menyayangi pasangannya malah menjadi orang yang paling berbahaya bagi kehidupan seorang wanita.

Kekerasan rumah tangga adalah setiap bentuk kekerasan yang terjadi dalam lingkup relasi domestik atau relasi pribadi dan relasi interpersonal lainnya, baik karena adanya hubungan perkawinan, hubungan darah, hubungan kerja maupun hubungan intim (Katjasungkana, 2004). Pelaku kekerasan rumah tangga baik suami maupun istri dapat dituntut secara hukum sesuai dengan UU RI No.23 Th.2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

Umunya wanita (istri) dan anak yang menjadi korban KDRT memiliki trauma psiokolgis yang serius terhadap pelaku dan tindak kekerasan yang pernah dialaminya. Dari penelitian didapat hasil yang menerangkan bahwa sebagian besar pelaku tindak kekerasan merupakan korban kekerasan sewaktu mereka kecil. Hal ini mungkin terjadi karena trauma yang dialami oleh anak korban KDRT yang akan terus dibawanya seumur hidup dan berubah menjadi sebuah kepuasan ketika melakukan kekerasan serupa dengan yang dialaminya kepada orang lain. Oleh karena itu penghapusan kekerasan dalam rumah tangga menjadi sangat diperlukan untuk mencegah berulangnya tindak KDRT di kemudian hari.

Referensi:

Handout kuliah kep.jiwa II dari Prof Achir Yani S.Hamid.

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: