Servical Caps/ Kap Serviks (alat kontrasepsi barrier)

Posted on 12 June, 2008. Filed under: Kep. Maternitas |

Definisi:

Cervical caps atau kap serviks adalah kap karet yang lembut berbentuk bulat cembung, terbuat dari lateks yang diinsersikan ke dalam vagina kira-kira enam jam sebelum berhubungan seksual (tetapi tidak lebih dari 3 hari setelah hubungan seks). Kap serviks ini akan menutup serviks dan akan menahan sperma masuk dengan suction. Kap serviks sekarang telah digantikan dengan Fem cap dan Lea’s Shield. Fam cap yaitu kap yang terbuat dari silikon bentuknya seperti topi pelaut, dan lebih terjamin menutup serviks. Sedangkan Lea’s Shield yaitu kap silikon yang dilengkapi dengan katup udara dan loop untuk melepaskan kap.

Cara Kerja:

Cervical caps akan menutupi pembukaan serviks sehingga menahan sperma agar tidak mendapatkan akses mencapai saluran alat reproduksi bagian atas (uterus& tuba falopii) dan sebagai alat tempat spermisida senjata sperma tambahan untuk membunuh sperma-sperma yang tidak tertahan pada kaps serviks.

Efektivitas:

Efektivitas cervical caps cukup baik, hal ini dibuktikan dengan tingkat kegagalan pada pemakaian cervical caps secara umum berkisar 8-27 kehamilan pada setiap 100 wanita atau berkisar 20%. Untuk lebih detailnya, pada wanita yang belum pernah melahirkan atau mempunyai anak jika menggunakan cervical caps ini tingkat kegagalannya berkisar 16%, tetapi pada wanita yang sudah pernah melahirkan atau mempunyai anak tingkat kegagalannya sekitar 32%. Dari data tersebut, efektivitas cervical caps lebih akurat pada wanita yang belum pernah melahirkan. Hal ini dikarenakan, serviks pada wanita yang sudah pernah melahirkan akan menjadi lebih besar dari ukuran semula karena pengaruh proses melahorkan. Sehingga cervical caps kurang cocok digunakan untuk wanita yang telah melahirkan. (http://www.americanpregnancy.org/preventingpregnancy/cervicalcap)

Indikasi:

Cervical caps dapat digunakan untuk wanita atau pasangan yang ingin menunda untuk mempunyai anak.

Kontraindikasi:

Cervical caps tidak diboleh digunakan oleh wanita yang mempunyai:

  • Bentuk serviks yang abnormal (ukuran, posisi)
  • Riwayat PID (pelvic inflammatory disease)
  • Pap smear yang abnormal
  • Radang serviks (cervicitis) yang kronis
  • Otot vagina yang sensitive
  • Perdarahan pada vagina, termasuk ketika sedang menstrasi

Keuntungan:

  • Kaps serviks bersifat reversible. Kap servik dapat digunakan lagi setelah dipakai dengan mencucinya menggunakan air hangat dan sabun yang lembut/ tidak bersifat asam. Selain itu, kap serviks tidak mempunyai efek yang berbahaya terhadap fungsi reproduksi baik wanita ataupun pria. Jika kap serviks tidak digunakan lagi, kemungkinan untuk hamil tetap ada.
  • Harganya tidak terlalu mahal, namun tidak dijual disembarang tempat.
  • Ukurannya kecil dan ringan, sehingga mudah untuk dibawa kemana-mana.
  • Hanya membutuhkan sedikit spermicide (jika dibandingkan dengan diafragma)
  • Kap serviks dapat dipakai selama 48 jam karena ukurannya yang kecil sehingga tidak menyebabkan tekanan pada VU dan tambahan ulang spermicide juga tidak dibutuhkan
  • Kap serviks merupakan metode non-hormonal barrier
  • Metode kap seviks ini dapat tetap digunakan pada Ibu yang sedang menyusui
  • Kap serviks aman dan dapat digunakan pada wanita yang merokok. Hal ini dikarenakan wanita yang merokok akan berisiko terganggu kesehatannya jika menggunakan kontrasepsi hormonal.
  • Membantu para wanita untuk lebih mengetahui dan mempelajari anatomi tubuh wanita, khususnya organ reproduksi
  • Tidak mempengaruhi siklus mentruasi
  • Tidak mempengaruhi kesuburan untuk ke depannya

Kerugian:

  • Dapat menyebabkan cervicitis
  • Ukuran cervical caps yang digunakan sewaktu-waktu harus diubah tergantung pada kehamilan, abortus/keguguran, operasi pelvic atau perubahan berat badan yang signifikan > 20lbs (naik/ turun)
  • Membuat infeksi pada saluran perkemihan
  • Tidak boleh digunakan pada wanita yang sedang menstruasi
  • Penggunaannya cukup sulit. Banyak wanita yang mengalami kesulitan dalam memasang/memasukkan cervical caps ke dalam vagina dengan benar
  • Beberapa wanita akan merasa nyeri dan pasangannya akan merasa tidak nyaman ketika sedang melakukan hubungan intim.
  • Cervical caps dapat terlepas sewaktu-waktu dari dalam vagina ketika sedang melakukan hubungan intim ataupun sedang defekasi
  • Tidak bebas dijual di sembarang tempat dan penggunaannya pun harus sesuai dengan petunjuk dokter
  • Tidak dapat mencegah penyebaran IMS (infeksi menular seksual)
  • Tidak dapat mencegah penyebaran HIV AIDS

Efek Samping:

  • Menyebabkan iritasi pada daerah vagina
  • Menyebabkan infeksi pada saluran kemih
  • Menimbulkan rasa tidak nyaman pada pemakainya dan juga pasangannya terutama ketika sedang berhubungan intim
  • Menimbulkan rasa nyeri atau sakit pada daerah vaginal
  • Menimbulkan reaksi alergi terhadap kap-nya dan juga pada spermatisidanya.

Komplikasi:

  • Berisiko terjadi Toxic Shock Syndrom (TSS). Hal ini terjadi jika pemakaian cervical caps dilakukan pada saat menstruasi.
  • Dapat menyebabkan reaksi alergi yang sangat mengganggu.
  • Dapat menyebabkan iritasi pada serviks karena kontak yang terlalu lama dengan karen (kap) dan spermicide-nya.

Cara pemakaian:

Tahap pertama untuk memasukkan atau mengeluarkan kap serviks adalah mencuci tangan, untuk menghindari masuknya bakteri berbahaya ke dalam liang vagina. Pemakai memasukkan kap serviks saat seksualitasnya bangkit dan sebelum melakukan hubungan seksual. Ada beberapa saran yang menyarankan penggunaan spermisida bersamaan dengan kap serviks. Pemakai harus mempertahankan kap serviks selama 6 jam setelah ejakulasi intravagina terakhir untuk memastikan bahwa sperma yang tertinggal di dalam vagina tidak memasuki ke dalam rongga uterus. Namun, untuk mengeluarkan kap serviks harus dilakukan dalam kurun waktu 48 jam. Setelah itu kap serviks dilepaskan, lalu bersihkan kap dengan sabun dan air hangat dan diangin-anginkan, setelah itu disimpan dengan benar agar dapat digunakan kembali. Dengan perawatan yang tepat, kap dapat bertahan selama 2 tahun, tapi harus diperiksa secara teratur untuk memastikan apakah ada lubang, atau bocor. Bila terjadi kerusakan pada kap, maka pemakai diinstruksikan untuk segera menggantinya.

Beberapa tips untuk memasukkan kap serviks:

  • Sebelum memasukkan, isi sepertiga kubah kap serviks dengan spermisida. Pisahkan labia dengan kedua tangan. Tangan yang lain menjangkau sekeliling pinggiran kap diantara ibu jari dengan jari telunjuk.
  • Masukkan kap ke dalam vagina dan dorong kap sepanjang dinding vagina sejauh kap itu bisa masuk. Cara ini bisa dilakukan dengan cara berdiri, mengangkat satu kaki ke atas, posisi jongkok, berbaring.
  • Gunakan jari untuk menempatkan kap di serviks, tekan pinggiran kap di sekitar serviks sampai serviks sudah tertutup dengan kap tersebut. Periksa posisi kap dengan cara mendorong kubah kap untuk memastikan bahwa serviks sudah tertutupi.
  • Usap dengan jari mengelilingi pinggiran kap.

Referensi:

created by: dina, aul, renova

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: